ولقد بعثنا فيكل أمة رسولا أن اعبدوا الله واجتنبوا الطاغوت فمنهم من هدى الله ومنهم من حقت عليه الضلالة فسيروا في الأرض فانظروا كيف كان عاقبة المكذبين
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS An-Nakhl ayat36
KANDUNGAN AYAT
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Misi para Rasul adalah misi Tauhid, sebagaimana yang dijelaskan oleh Muhammad Al-Amin bin Muhammad Al-Mukhtar dalam tafsirnya[1]. Beliauberkata bahwa misi Tauhid ini dalam Al-Qur’an disebut dengan jalan yang umum maupun khusus. Diantara ayat yangdatang secara umum adalah seperti dalam QS Al-Anbiya ayat 25 dan QS Az-Zukhruf ayat 45
:
وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنهلا إله إلا أنا فاعبدون
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
( QS Al-Anbiya ayat 25)
واسأل من أرسلنامن قبلك من رسلنا أجعلنا من دون الرحمن آلهة يعبدون
Artinya:“Dan tanyakanlah kepada rasul-rasulKami yang telah Kami utus sebelum kamu: “Adakah Kami menentukan tuhan-tuhan untuk disembah selain Allah Yang Maha Pemurah?”(QS Az-Zukhruf ayat 45)
Adapun ayat-ayat yang datang secara khusus yaitu dengan merinci nama pararasul diantaranya Nabi Nuh AS yang menyeru kaumnya:“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya”(QS Al-A’raf ayat 59),
Nabi Hud AS yang menyeru kaumnya:“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimuselain-Nya…”(QS Al-A’raf ayat 65),
Adapun ayat-ayat yang datang secara khusus yaitu dengan merinci nama pararasul diantaranya Nabi Nuh AS yang menyeru kaumnya:“Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya”(QS Al-A’raf ayat 59),
Nabi Hud AS yang menyeru kaumnya:“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimuselain-Nya…”(QS Al-A’raf ayat 65),
Nabi Shaleh AS yang menyeru kaumnya:“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimuselain-Nya. ..”(QS Al-A’raf ayat 73),
Nabi Syuaib AS yang menyeru kaumnya:“Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimuselain-Nya. ..”(QS Al-A’raf ayat 85).
Inilah satu misi para Rasul yaitu Tauhid, mengajak ummatnya untuk beribadah kepada Allah SWT dan dalam waktu yang bersamaan mengajak ummatnya untuk menjauhi Thaguth.Tidak sah iman-nya kepada Allah jika tidak dibarengi dengan kufur kepada Thaguth , dan tidak sah ibadahnya kepada Allah kecuali sekaligus dengan menghindari pengabdian kepada Thaguth, sebagaimana firman Allah SWT:
فمن يكفر بالطاغوت ويؤمن بالله فقد استمسك بالعروة الوثقىلا انفصام لها
Artinya; “… Karenaitu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. ..”(QS Al-Baqarah ayat 256).
والذين اجتنبوا الطاغوت أن يعبدوها وأنابوا إلى الله لهم البشرى فبشر عباد
Artinya:“Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itusampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku,”(QS Az-Zumar ayat 17).
Thaguth secara bahasa sebagaimana yang diungkapkanoleh Ibnu Taimiyyah: “Thaghut adalahwazan fa’alutdarithughyan, sedangkan thugyan itu adalahmelampaui batas, yaitu kedzaliman dan aniaya”
Dalam Kitab Majmu’atut Tauhid disebutkan bahwaThaguth itu adalahsegala yang dilampaui batasnya oleh si hamba, baik itu yang diibadati ataupun yang diikuti ataupun yang ditaati selain ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.Dan Thaguth itu banyak, diantara pemimpinnya ada 5:
(1) Syetan yang mengajak Ibadah kepada selain Allah (QS Yasin ayat 60)
(2) Pemerintah Dzalim yang mengubah-ubah hukum Allah (QS An-Nisa ayat 60).
(3) Hakim yang Yang menghukumi bukan dengan hukum Allah (QS Al-maidah ayat 44).
(4) Orang yang mengaku mengetahui hal yang ghaib (QS Al-Jin ayat 26-27).
(5) Orang yang disembah dan ia Ridha (QS Al-Anbiya ayat 29)
Semuanya Rasul membawa misi “Ani’budullah Wajtanibuth Thaguth”(Sembahlah Allah dan Jauhi Thaguth). Artinya seluruh Rasul menyeru (berdakwah) ditengah bangsanya agar mengimani Allah dan menjauhi thaguth. Al-Qur’an kemudian mempersonifikasi Thaguth dengan penguasa yang menata kekuasaannya dengan hukum Jahiliyyah. Seperti Nabi Musa AS yang oleh Allah SWT diperintah agar menghadapi Fir’aun (Raja Mesir), yang oleh Allah SWT dipersonifikasi sebagai Thaguth (lihat QS Thoha ayat 24) pada masa itu. Tentu pada masa Nabi Ibrahim Thaguthnya adalah Raja Namrudz, pada masa Ashabul kahfi Thaguth-nyaadalah Raja Dikyanus, Pada Masa Thaluth adalah Raja Jalut, Pada masa Nabi Muhammad Thaguthya adalah Pemerintahan Hijaz Pimpinan Abu Lahab. Pada masa kini ?,
Yang jelas Thaguth adalah kekuasaan atau pemerintahan yang menata sistemnya dengantatanan hukum Jahiliyyah (lihat QS Al-Maidah ayat50), karena Thaguth adalah pembuat dan penetap aturan / hukum diluar hukum Allah SWT (QS An-Nisa ayat 60).
Disini nampak pula bahwa Thaguth (Pemerintahan Jahiliyyah) adalah sistem kekuasaan tiranik yang dzalimdan menentang keras berlakunya syari’at Islam juga menghalang-halangi manusia untuk melakukan peribadatan yang murni kepada Allah SWT.
Oleh karena itu para Rasul adalah para pemimpin revolusioner yang juga ditugaskan oleh Allah untuk mendzahirkan Dinul Islam dan menghancurkan Din Bathil
Abu Islam Al Muhajir

No comments:
Post a Comment